pptialfalah.id – Memperingati haul masyayikh pendiri pondok pesantren menjadi acara tahunan yang tidak akan pernah lekang oleh masa.
Pada tahun ini, kegiatan Sima’an dan Estafet Al-Qur’an menjadi runtutan awal sekaligus pembuka rangkaian acara dalam memperingati Haul pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah, KH. M. Zoemri RWS.
Kegiatan sakral yang diikuti oleh ratusan santri berlangsung secara khidmat di Maqbaroh Masyayikh PPTI Al-Falah Salatiga.
Acara sima’an yang berlangsung sejak ba’da Subuh tersebut merupakan tradisi rutin tahunan yang diselenggarakan untuk mengirimkan do’a pendiri pondok pesantren.
Selain itu, kegiatan Sima’an ini bertujuan untuk mengenang keteladanan sosok pendiri pondok pesantren, KH. M. Zoemri RWS, sekaligus mengharapkan kerbekahan ilmu dari beliau.
Tidak hanya dalam lingkungan pondok pesantren saja. Hingga sekarang, kegiatan Sima’an yang masih menjadi tradisi juga terlaksana secara bil ghoib yang tersebar pada masjid-masjid sekitar pondok pesantren.
Masyarakat sekitar pun juga sangat antusias menghadiri setiap majelis dan ikut menyimak santri yang bertugas untuk melaksanakan Sima’an yang berada pada masjid sekitar pondok pesantren.
Nayla Adiba, selaku ketua panitia Sima’an menerangkan bahwa kegiatan Sima’an ini memiliki perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung pada tengah rangkaian acara haul.
“Jika tahun-tahun lalu Sima’an Al-Qur’an dilaksanakan di tengah rangkaian haul, maka pada tahun ini Sima’an menjadi penanda dibukannya seluruh rangkaian Haul KH. M. Zoemri RWS,” ungkapnya.
Ia juga menerangkan bahwa para santri juga mengikuti rangkaian acara Sima’an dengan penuh kesungguhan hingga acara selesai.
Acara sima’an Al-Qur’an ini berujung dengan memperoleh 9 khataman. Terdiri 7 khataman secara binnadzor dan 2 khataman secara bil ghoib.
Kemudian, penutup acara dengan do’a khotmil Qur’an bersama pengasuh dan para santri pada siang hari. Dan Dzikru Haul yang menjadi rangkaian paling utama acara haul juga akan berlangsung setelah kegiatan Sima’an Al-Qur’an.
Dzikru Haul, dengan runtutan acara pembacaan tahlil, pengajian, dan acara tabur bunga pada pusara pendiri pondok pesantren menjadi acara puncak dan paling utama dari berbagai rangkaian acara.
“Harapan kami, pada tahun-tahun mendatang jumlah khataman Al-Qur’an yang dipersembahkan untuk para guru dapat semakin bertambah. Selain itu, semoga semakin banyak masyarakat yang senantiasa mengenang dan mendo’akan Almaghfurlah KH. M. Zoemri RWS melalui bacaan-bacaan Al-Qur’an yang dihadiahkan untuk beliau,” pungkasnya.











