IN_Santri
Untaian Doa Ayah (Cerpen)
"Kenapa Husayn harus mondok Ayah? Husayn disini aja, lagian nanti yang jagain Ayah siapa?" kataku sambil terus memijat punggung Ayah.
"Hidup itu, terlalu sebentar untuk...
Urgensi Nasionalisme dan Budaya Literasi di Pesantren (Esai)
Perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan demi memperoleh kemerdekaan harus melalui proses panjang dan lama. Puncaknya adalah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17...
Puisi Ibu (Terbaik 10 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Rizka Widyastutik
Akara indurasmi bersandar di bahu ancala
Sementara rintik hujan menjelma menjadi bianglala
Gemuruh angin petang menyadarkan sebuah lara
Ia rasa sedari lama hidup dalam lamunan...
Titisan Bidadari (Terbaik 7 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Burhanudin Malik
Tuhan...
Siapakah gerangan sosok mulia ini?
Sosok yang bersedia mempertaruhkan nyawa demi keberadaanku
Siapakah gerangan sosok mulia ini?
Sosok yang rela menggadaikan kebahagiannya demi kebahagianku
Siapakah gerangan...
Suara Hati Wanodya (Terbaik 6 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Sofiatus Solekhah
Ingin ku ungkap suara hati
Yang menderu derasnya kasih
Pada Sang Nirmala
Tatapan kian meredup
Tubuhnya pun kian rentan, sejauh kaki melangkah
Bukan lelah yang tercipta...
Ibu (Terbaik 5 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Washiah Widiarti
Ibu...
Semilir angin di waktu malam
Hanya damai dan kasihmu lah
Yang mampu menghangatkan diri
Indurasmi yang menerangiku
Ku pandang cakrawala
Penuh galaksi
Kiranamu terus terngiang
Ibu...
Dikala lembayung senja menyapa
Ku...
Malam Dingin, Menunggu Ibu (Terbaik 4 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Bestari
Ku tatap nabastala, peluk hangatmu terasa
Ku senandungkan sendiri kidung jenaka buatanmu
Rindu itu kembali menggebu
Ibu, sedang apa kau disana?
Ku bawakan Yasin, Taha, Maryam
untuk menyelimutimu...
Harsa ku (Terbaik 3 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Nur Fadzilah
Salam cinta
Untukmu yang teristimewa
Untukmu yang sederhana
Namun menyejukkan jiwa
Salam harsa
Untukmu yang tak pernah letih memberi kasih
Anugerah terindah dari Sang pemberi hidayah
Engkau adalah satu...
Matahari Kedua (Terbaik 2 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Ovie Partiwi
Entah bagaimana lagi, kuceritakan pada jagat raya
Tentang adanya matahari kedua
Yang sinarnya lebih hangat, tanpa sengat
Yang sinarnya tetap bersahaja, tanpa takut terkikis senja
Yang...
Langitku (Terbaik 1 Kontributor Puisi Hari Ibu)
Oleh: Ika Ismawati
Ia tempat cahaya bersemayam
Untuk melakoni peran di setiap detik miliknya
Jika ia menangis reduplah jiwa
Jika ia tersenyum terciptalah banyak warna
Dan kini,
Tentang angka yang...












