Beranda Berita Langkah Konkret Lawan Kekerasan Seksual, Launching SOP Jadi Ruang Aman Bagi Pesantren

Langkah Konkret Lawan Kekerasan Seksual, Launching SOP Jadi Ruang Aman Bagi Pesantren

423
0

pptialfalah.id – Dalam rangka memperingati momentum Hari Perempuan Internasional 2026, Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al Falah Salatiga luncurkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Acara diseminasi berlangsung di Aula PPTI Al Falah, Senin (13/6).

Penyusunan SOP tersebut terlaksana secara partisipatif dan terstruktur yang melibatkan para pemimpin hingga pengelola pesantren. Mulai dari pengurus yayasan, pengasuh, pengajar, hingga pembina PPTI Al Falah.

Peluncuran SOP secara langsung didampingi oleh Rahima, selaku lembaga Swadya Masyarakat atau Organisasi Non Pemerintah (Ornop) yang bergerak dengan isu utama penegakkan hak-hak perempuan dengan prespektif Islam.

Bersama IPAS Indonesia, Rahima mengajak kolaborasi dan mendampingi antar 4 lembaga pendidikan keagamaan, yakni pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam. Salah satunya adalah PPTI Al Falah Salatiga sebagai lembaga yang terpilih dalam penyusunan SOP.

Ibu Siti Nur Halimah, selaku pengasuh pondok pesantren PPTI Al Falah sekaligus sebagai ketua tim penyusun, memaparkan tentang perjalanan penyusunan SOP ini.

“Apa yang kami susun ini memang berdasarkan realita yang ada dalam peantren dan sesuai dengan kebutuhan di lingkungan pesantren”, paparnya.

“Tantangan dalam kami membuat dan menyusun SOP ini karena masih banyak anggapan bahwa persoalan tentang kekerasan seksual adalah aib, masih adanya kekhawatiran menjaga nama baik lembaga, dan juga pemahaman tentang kekerasan seksual yang belum merata”, sambungnya.

Usai launchingnya SOP, dilakukan diskusi oleh sejumlah narasumber lintas sektor yang hadir untuk memberikan pandangan serta penguatan.

Ibu Aini Sa’adah, selaku perwakilan Satgas P2KP Jawa Tengah sangat mengapresiasi mengenai acara launching SOP PPKS ini.

Beliau juga berharap bahwa SOP ini nantinya berjalan lancar, diamana nanti juga membutuhkan motivator ataupun mentor sebagai pendamping.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini