pptialfalah.id – Pesantren kini telah bertransformasi menjadi pusat pendidikan global yang inklusif.
Pertemuan antara budaya lokal dan internasional menciptakan lanskap kehidupan baru.
Hal tersebut tidak hanya tercermin dari kurikulum kegiatan sehari-hari, tetapi juga pada tata ruang dan estetika bangunan.
Fenomena ini terlihat jelas di kawasan pendidikan terpadu, di mana kedisiplinan santri berpadu dengan dinamika akademis mahasiswa dari berbagai penjuru dunia.
Kunjungan delegasi Internasional Evangelische Hoschule Hessen (EHH) dan United Evangelical Mission (UEM) berasal dari Jerman, Selasa, (23/6). Menjadi prespektif baru bagi mereka dalam kegiatan kolaborasi riset Lintas budaya.
Rutinitas harian dalam lingkungan pesantren dengan rancangan yang terstruktur dan disiplin, menjadikan sesuatu inklusif dan memiliki daya tarik bagi mereka.
Tiga dari enam mahasiswa EHH menjelaskan bahwa PPTI Al Falah menjadi salah satu dan pertama kali pesantren yang mereka kunjungi dengan sistem komunikasi yang sangat terbuka.
Marlene, selaku mahasiswa EHH bidang Lifeworld-Oriented Health Promotion (Bachelor of Arts) menjelaskan bahwa kegiatan santri dalam bentuk komunitas ini sangatlah terstruktur dan disiplin.

Baik terstruktur dari pendidikan agama secara spiritualitas maupun pendidikan formal (umum).
“Semangat kebersamaan kalian itu mengesankan untuk dilihat. Menarik untuk mempelajari sesuatu tentang agama dan budaya kalian di sini. Jadi saya pikir semua hal di sini menarik. Jadi saya tidak tahu (harus memilih yang mana)”, terangnya.
Celina, selaku mahasiswa EHH bidang ekonomi dan teologi juga menerangkan hal yang sama.
“Kedisiplinannya cukup mengesankan. Terutama karena kalian memiliki rutinitas yang kalian ikuti setiap hari, dan kalian begitu dekat dengan Tuhan. Karena di satu sisi, saya melihat poin-poin kritis dari hal tersebut, tetapi di sisi lain, saya melihat poin-poin positifnya”, ungkapnya.
Selain membahas tentang kegiatan harian santri yang terstruktur, mereka juga kagum akan keauntentikan arsitektur pesantren yang mungkin belum mereka temui sebelumnya.
“Di sini ada atmosfer yang damai dan indah. Dan arsitekturnya penuh warna. Sebagian besar di Jerman setiap gedung itu abu-abu, hitam, cokelat. Jadi kalau gedung disini warna-warnanya sangat mengesankan”, ujar Marlena.
“Saya rasa hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya ketika berjalan melihat fasilitas kalian adalah arsitekturnya yang indah”, ungkap Niels selaku Mahasiswa HEE bidang kesehatan.
“Karena saya hanya melihat struktur Barat dengan warna abu-abu, sangat gelap, dan membosankan. Dan berkunjung ke sini, melihat bangunan yang memiliki warna, memiliki seni, dan memiliki banyak hal untuk dilihat”, pungkasnya











