Beranda Artikel Mengungkap Akar Yang Terpental dari Pohonnya : Makam K.H. Abdul Wahid Tingkir

Mengungkap Akar Yang Terpental dari Pohonnya : Makam K.H. Abdul Wahid Tingkir

7737
0
Napak Tilas Makam Kiai Abdul Wahid Buyut Gus Dur di Salatiga
Napak Tilas Makam Kiai Abdul Wahid Buyut Gus Dur di Salatiga
Dalam salah satu bukunya, K.H. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) pernah menuliskan bahwa ada makam leluhurnya di daerah Tingkir Lor, Kota Salatiga.

Lima menit dari gerbang Tol Salatiga, tepatnya di Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, terdapat makam leluhur ulama nusantara dan buyut canggah Presiden ke-4 Republik Indonesia (K.H. Abdurrahman Wahid) atau populer dengan nama Gus Dur.

Makam ini terpisah atau terpental dari makam leluhur Gus Dur lainnya yang mayoritas berada di kompleks pemakaman Tebuireng, Jombang, yang mana hingga saat ini makam Gus Dur menjadi ikon wisata religi Kabupaten Jombang yang tidak pernah sepi peziarah.

Namun berbeda halnya dengan makam leluhur Gus Dur di Jombang, makam K.H. Abdul Wahid memiliki sejarah panjang tersendiri. Bisa dikatakan K.H. Abdul Wahid merupakan sebuah akar dari pohon besar yang menciptakan buah-buah istimewa di Nusantara (ulama nusantara).

Kajian tentang K.H. Abdul Wahid pada tahun 2022 menemukan adanya keterkaitan antara Perang Jawa dengan masa hidup K.H. Abdul Wahid. Beliau merupakan salah satu pasukan pangeran Diponegoro sekaligus panglima perang dalam komando Sentot Alibasyah Prawirodirdjo pada tahun 1825–1830.

Secara garis keturunan, K.H. Abdul Wahid merupakan keturunan Pangeran Hadiwijaya atau yang lebih terkenal dengan nama Jaka Tingkir. Jika tarik ke atas, K.H. Abdul Wahid masih memiliki sanad keturunan hingga Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan Jika tarik ke bawah, K.H. Abdul Wahid memiliki anak bernama Abu Syarwan yang pernah menimba ilmu di Ngroto, Gubug, Grobogan. Abu Syarwan memiliki anak, yang bernama Kyai Asy’ari. kemudian kyai Asy’ari menimba ilmu dari kyai Usman Jombang. Setelah menikah dengan putri gurunya (Kyai Usman), kyai Asy’ari dikaruniai  seorang anak bernama K.H. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) yang kini masyhur dengan juluki Hadratus Syaikh. K.H. Hasyim Asy’ari merupakan kakek dari Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

melansir dari Tribun Jateng, pada tahun 2003 Gus Dur pernah berziarah ke makam K.H. Abdul Wahid untuk memastikan keaslian silsilah tersebut.

“Dulu Gus Dur juga pernah datang ke sini untuk memastikan bahwa ini adalah makam leluhurnya,” kata Kyai Marjan kepada Tribunjateng.com, Kamis (5/1/2023).

Namun saat itu makam belum sebagus sekarang. Pembangunan bertahap mulai ada pada tahun 2019,  dengan dana sebesar 2,5 miliar rupiah oleh Pemerintah Kota Salatiga dan dikelola oleh Dinas Penataan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Salatiga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini