Peringatan Hari Santri Nasional PPTI Al-Falah setiap tahunnya diwarnai dengan berbagai lomba edukatif dan inovatif. Rangkaian kegiatan tersebut dipetakan menjadi dua event tahunan Al-Falah, yaitu Qur’anic Fest dan Al-Falah Got Talent. Tahun 2025 ini, lomba dalam Qur’anic Fest meliputi, Lomba MHQ Juz 30 dan Juz 1, MTQ, dan MSQ. Sedangkan lomba dalam Al-Falah Got Talent meliputi, Lomba Kreasi Nadhom, Story Telling, Kreasi Film, Menulis Essai, dan Bahtsul Masa’il. Peserta lomba berasal dari dua kategori yaitu, takhasus dan mahasiswa mewakili asrama atau kelasnya masing-masing. Pelaksanaan lomba dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu dari mulai tahap seleksi hingga final.
Puncaknya, pada Rabu (22/10) peringatan Hari Santri Nasional diselenggarakan secara resmi dalam acara Malam Puncak Hari Santri Nasional 2025 yang bertempat di aula utama PPTI Al-Falah. Semua santri, mulai dari santri SMP, SMK, MA, dan Mahasiswa serta para ustadz, ustadzah, pengurus, pimpinan lembaga, juga para masyasyikh turut hadir di dalam acara tersebut.
Malam Puncak Hari Santri Nasional tahun ini berisi penampilan juara lomba-lomba Al-Falah Got Talent, Doa Bersama, serta sambutan dari pengasuh PPTI Al-Falah yaitu Gus Mahfudz Shiddiq Muhayyat, S.H, S.T, M. Eng. yang menitikberatkan pentingnya memaknai Hari Santri Nasional sebagai bentuk refleksi diri santri. Hari Santri merupakan momentum santri untuk berkaca pada para masyayikh, menengok kembali esensi santri sesungguhnya, keutamaan santri sesungguhnya.
“Keutamaan sejati seorang santri adalah akhlak dan ilmu”, tegas beliau.
Maka peringatan Hari Santri Nasional seharusnya tidak hanya dilihat dan dinikmati seremonialnya saja. Namun esensi pejuangan, semangat menuntut ilmu, dan belajar membangun akhlak yang senantiasa karimah merupakan makna inti dari setiap perayaan Hari Santri Nasional setiap tahunnya.
Malam Puncak Hari Santri Nasional 2025 kemudian ditutup dengan pemberian hadiah para juara lomba Qur’anic Fest dan Al-Falah Got Talent, serta kuis singkat tentang pondok pesantren. Kuis tersebut sering diadakan sebagai langkah menambah wawasan tentang pesantren dan masyayikh bagi santri, khususnya bagi santri-santri baru. Mendorong santri mengenal serta memelihara ulang ingatan-ingatan tentang masyayikh pondok pesantren, sehingga refleksi semangat perjuangan menuntut ilmu dan akhlaqul karimah terasa selalu dekat bagi para santri.











